Halaman Yang Belum Usai

 

Tidak ada buku yang langsung dibuka pada halaman terakhir. Semua dimulai dari lembar pertama dari kalimat yang masih sederhana, dari cerita yang belum sempurna, dan dari tokoh yang masih mencari arah.

Begitu pula hidup.

Sering kali kita terlalu sibuk melihat keberhasilan orang lain hingga lupa bahwa setiap orang sedang membaca bab yang berbeda. Ada yang baru memulai perjalanan, ada yang sedang menghadapi kehilangan, dan ada yang masih berusaha berdamai dengan keadaan yang tidak pernah mereka pilih.

Di zaman yang serba cepat, kita tanpa sadar menjadikan hidup sebagai perlombaan. Media sosial dipenuhi pencapaian, gelar, pekerjaan, dan berbagai cerita bahagia. Sementara itu, banyak orang diam-diam bertanya kepada dirinya sendiri, "Kenapa aku belum sampai di mana-mana?"

Padahal, hidup tidak pernah meminta kita menjadi yang paling cepat. Hidup hanya meminta kita untuk tidak berhenti melangkah.

Ada hari ketika semuanya terasa ringan. Ada pula hari ketika bangun dari tempat tidur saja sudah membutuhkan keberanian. Tidak semua perjuangan bisa dilihat, dan tidak semua luka meninggalkan bekas yang tampak. Karena itu, kita tidak pernah benar-benar tahu beban yang sedang dipikul oleh orang lain.

Mungkin itulah alasan mengapa kita perlu belajar menjadi manusia yang lebih lembut. Bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Sebab terlalu sering kita memaafkan kesalahan orang lain, tetapi begitu mudah menghukum diri sendiri ketika gagal memenuhi harapan.

Aku percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak semua mimpi datang tepat ketika diminta. Ada yang harus menunggu bertahun-tahun, ada yang harus jatuh berkali-kali sebelum akhirnya berdiri dengan lebih kuat. Penantian itu memang melelahkan, tetapi sering kali justru di sanalah kita dibentuk.

Kalau hari ini langkahmu terasa lambat, bukan berarti kamu sedang kalah. Bisa jadi, kamu sedang menyiapkan pijakan yang lebih kokoh untuk perjalanan berikutnya.

Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang lebih dulu sampai. Hidup adalah tentang siapa yang tetap menjaga harapan ketika keadaan tidak berpihak.

Selama napas masih ada, cerita belum selesai.

Masih ada kesempatan untuk memperbaiki, belajar, memulai kembali, dan menulis bab-bab yang lebih baik.

Karena sesungguhnya, kita semua masih berada di halaman yang belum usai.



Penulis : A. Yoga Imam Wijaya

Editor : Muhammad Aufar Hazim





Posting Komentar

0 Komentar