HMJ MPI UIN Walisongo Mengadakan Seminar Digital Marketing di Era AI


Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HMJ MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang periode 2026 sukses menyelenggarakan Seminar Digital Marketing di Era AI. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda HMJ MPI UIN Walisongo Semarang. Yang merupakan program utama dari divisi Kominfo. Seminar diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.30 WIB hingga 09.00 WIB. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Rangkaian kegiatan selanjutnya berupa sambutan dari Ketua Pelaksana (M. Fatikh Auza’i), Ketua Umum HMJ MPI (Akhmad Ibadurrohman), Ketua Jurusan MPI (yang Diwakilkan oleh Bu Baqiyatush Sholihah, S.Th.I., M.Si. selaku sekertaris jurusan) sekaligus pembuka dari kegiatan tersebut. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa serta pengenalan moderator melalui pembacaan curriculum vitae dan selayang pandang.

“Semoga melalui kegiatan ini teman-teman yang hadir dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang baru khususnya mengenai bagaimana mengembangkan karya-karya yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan dan juga memiliki nilai di dunia digital” (M. Fatikh Auza’i). “Digital Marketing di era AI sangat relevan di era 5.0 yang Dimana media sekarang itu sangat banyak digunakan” (Akhmad Ibadurrohman). “Di era digital, mahasiswa memiliki peluang luas mengembangkan berbagai keterampilan seperti makeup artist (MUA), editor video, desain grafis, dan konten creator. Keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun karier sejak dini. Dengan memanfaatkan media sosial, mahasiswa dapat memamerkan karya, menjangkau klien, dan membangun personal branding” (Baqiyatush Sholihah S.Th.I., M.Si.). 

Memasuki agenda inti, moderator akan membacakan curriculum vitae pemateri sebelum penyampaian materi dimulai. Sesi penyampaian materi dijadwalkan berlangsung selama 100 menit, mulai pukul 10.25 hingga 12.05 WIB. Acara ini yang di pandu oleh M. Alfalaqu Sabila R. (selaku moderator) dan M. Anang Ma’aruf, S.Pd. (selaku pemateri).

“penggunaan AI harus diawali dengan penyusunan prompt yang jelas. Prompt tersebut perlu memuat peran AI, konteks, target, tujuan, format, nada bahasa, serta batasan yang diinginkan” (M. Anang Ma’aruf, S.Pd.) Menurutnya, perintah yang terlalu umum dapat menghasilkan jawaban yang luas dan tidak sesuai kebutuhan. Karena itu, pengguna perlu memberikan data selengkap mungkin agar AI dapat menghasilkan keluaran yang lebih relevan.

Pemateri juga mengingatkan pengguna untuk tidak langsung mempercayai hasil AI. Setiap jawaban perlu diperiksa dan disesuaikan kembali karena AI masih dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat. Selain sebagai alat bantu, AI dapat dimanfaatkan sebagai sparring partner untuk mengembangkan ide dan memperoleh masukan. Pengguna dapat menyampaikan gagasan kepada AI, kemudian meminta tanggapan atau evaluasi.

Dalam pemaparannya, mahasiswa juga didorong untuk menemukan satu keahlian yang diminati, seperti menulis, desain, atau penyuntingan video. Keahlian tersebut perlu dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan secara konsisten. Keahlian yang telah dibangun kemudian dapat diperkuat melalui personal branding. Personal branding dinilai mampu membuka peluang penghasilan, kesempatan baru, kredibilitas, reputasi, dan kepercayaan dari orang lain.



Pemateri juga menekankan bahwa AI sebaiknya digunakan sebagai alat untuk membantu seseorang menjadi ahli di bidang tertentu, bukan sebagai pengganti proses belajar dan pengembangan kemampuan.

Seminar ditutup pada pukul 12.05 WIB dengan penutupan dan dokumentasi bersama yang dipandu oleh MC. Secara keseluruhan, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.10 WIB. Setelah kegiatan selesai, sebelum pulang seluruh peserta di fasilitasi photobooth gratis yang sudah disediakan oleh panitia.


Penulis : Aghisna Tsanil Mafasa

Editor : Muhammad Aufar Hazim






Posting Komentar

0 Komentar