Workshop Kepenulisan Makalah HMJ MPI Bekali Mahasiswa Baru dengan Dasar Penulisan Akademik
Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HMJ MPI) baru saja mengadakan acara “Workshop Kepenulisan Makalah” dengan tema “From Idea to Paper : Membangun fondasi kepenulisan Akademik bagi Mahasiswa Baru MPI 2026”. Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 2 September 2026 Di Gedung Teater ISDB FTIK lantai 3, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan ini merupakan program kerja dari divisi LITBANG (Penelitian & Pengembangan), yang dipandu langsung oleh Kak Auliya Aprilika Safitri sebagai moderator dan Kak Nabeela Himmatus Tsuroya, M.Pd., C.PS. sebagai narasumber. Acara ini berjalan dengan lancar, bahkan tamu undanganpun sangat antusias dan semangat dalam mengikuti acara sampai selesai. Sasaran utama dari workshop ini yaitu mahasiswa baru MPI angkatan 2026.
Rangkaian acara seminar ini diawali dengan pembukaan oleh petugas pembawa acara. Di lanjutkan rangkaian acara selanjutnya yaitu sambutan-sambutan. Rangkaian sambutan disampaikan oleh pihak-pihak terkait, seperti Ketua Pelaksana (Muhammad Ma’amun Fikri), Ketua HMJ MPI (Kak Ibadurrohman), dan dilanjutkan dengan acara inti workshop kepenulisan makalah yang disampaikan langsung oleh pemateri.
“Pada pertemuan pertama, mahasiswa diajarkan mengenai tata cara penyusunan makalah, mulai dari pembuatan cover hingga daftar pustaka. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan penggunaan mendeley untuk mengelola referensi serta diarahkan mengenai sumber yang dapat diguakan dalam mencari jurnal dan referensi akademik.” Muhammad Ma’amun Fikri.
“Makalah bukan sekadar sarana untuk menyelesaikan tugas dari dosen, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk menemukan masalah, mencari informasi, membaca gagasan orang lain, membangun argumen, serta menuangkan pemikiran dan pandangan secara bertanggung jawab.” Ibadurrohaman.
Adapun pelajaran yang dapat kita ambil dari Kak Nabeela Himmatus Tsuroya selaku narasumber adala “ jangan takut melakukan kesalahan maupun mengalami kegagalan, karena proses tersebut merupakan bagian dari pembelajaran”. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada nilai, tetapi juga menghargai setiap proses yang dijalani. Menurut beliau, proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan memberikan pengalaman dan pembelajaran yang lebih bermakna, sementara hasil akan menjadi sesuatu yang melekat ketika mahasiswa mampu menghargai dan mencintai prosesnya.
Penulis : Aghisna Tsanil Mafasa
Editor : Muhammad Aufar Hazim




Posting Komentar
0 Komentar