Cerpen
MENUNGGU TANPA MENGHENTIKAN LANGKAHMU
Aku tidak meminta semesta untuk mempercepat langkahmu. Karena setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk bertumbuh. Ada yang sudah menemukan arah, ada yang sudah berhasil sukses, dan juga ada yang masih sibuk mencari.
Sekarang kamu sedang mengejar mimpi yang begitu besar, dan aku sedang belajar untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari kemarin. Diantara kesibukan itu aku diam-diam menyimpan satu harapan yang sederhana. Jika nanti waktu dan semesta bisa mempertemukan kita dan kita sama-sama bertemu dengan versi terbaik dari kita, itu bukan karena kita saling melengkapi kekurangan tetapi karena kita sama-sama telah berdiri dengan kaki sendiri.
Menunggu bukan hanya tentang memastikan seseorang akan datang kepada kita. Menunggu adalah cara hati kita belajar agar tetap tenang meskipun tidak diberi kepastian. Percayalah bahwa yang benar-benar ditakdirkan untuk kita tidak akan tertukar dengan orang lain.
Jika suatu hari nanti kita benar-benar dipertemukan bersama semoga bukan karena salah satu dari kita kelelahan untuk mencari tetapi karena Tuhan menjawa do'a-do'a yang selama ini kita panjatkan dengan cara yang indah dan dengan versi diri kita yang terbaik.
Menunggumu mengajarkanku bahwa mencintai seseorang itu juga harus menghormati proses hidupnya, tanpa menganggu langkahnya.
Semoga apa yang sedang kita tunggu bukan hanya sekedar pertemuan saja. Tetapi waktu hang tepat ketika dua hati yang sama-sama bertumbuh akhirnya dipertemukan.
*Wherever life takes you, I will always pray for your happiness and be proud of every step you take.*
Penulis : Miftakhul Zulfida Nadhiroh
Editor : Muhammad Aufar Hazim


Posting Komentar
0 Komentar