SULUNG


Ia selalu datang dengan senyum paling dulu, tawa yang hangat, langkah yang ringan terasa. Tapi di balik cerianya ada hal yang ia tahu, ia anak pertama, dan itu bukan sekadar kata-kata.

Di pundaknya ada nama yang harus ia jaga, harapan orang tua yang ia lipat rapi di dada. la tak mengeluh ia memeluk semua, karena hangat adalah caranya bertahan dan berdoa.

Namun malam datang dan ia sendirian, tanpa penonton, tanpa perlu berpura tegar. Ia bertanya pelan kepada langit dan bintang, "Apakah aku cukup? Apakah aku tak mengecewakan?"

Rasa takut itu nyata ia tak menyangkalnya, takut gagal, takut mengecewakan, takut tak cukup baik. Tapi pagi tiba ia cuci muka, ia berdiri lagi, sebab itulah tangguhnya bukan tanpa luka, tapi tetap melangkah.

Gadis itu bukan sempurna ia hanya setia, setia pada cinta yang tak pernah ia ucapkan keras. Dan di setiap usahanya yang kecil maupun besar, ia sedang membahagiakan meski ia belum sadar.


Penulis : Lilis Wasiatu Rohmah

Editor : Muhammad Aufar Hazim

Posting Komentar

0 Komentar