Puisi
SISA SISA ARAH
namun entah mengapa ada bagian yang enggan ikut beranjak,
bersembunyi di antara keheningan
yang sesekali datang tanpa di undaang.
Sebenarnya apa yang aku tunggu?
menunggu terulangnya sebuah luka di masa lalu
atau hanya menunggu matinya rasa ini
karna rindu tak kunjung berbuah temu.
Sebenarnya apa yang aku lakukan?
merawat sesuatu yang seharusnya telah menjadi cerita,
meratapi waktu hanya untuk meramu tamu dari kemustahilan
berpijak pada harapan yang telah kehabisan cara untuk mengisi kerinduan
atau hanya membuang-buang masa untuk mencari makna dari kehilangan.
Sungguh aku sudah lelah menerka nerka
Dari siapa yang salah dan mengapa kita milih berpisah
Mungkin beberapa kisah memang tidak ditakdirkan untuk diulang,
Hanya disimpan sebagai tanda,
bahwa pernah ada sesuatu yang membuat waktu lupa cara untuk berlalu.
bersembunyi di antara keheningan
yang sesekali datang tanpa di undaang.
Sebenarnya apa yang aku tunggu?
menunggu terulangnya sebuah luka di masa lalu
atau hanya menunggu matinya rasa ini
karna rindu tak kunjung berbuah temu.
Sebenarnya apa yang aku lakukan?
merawat sesuatu yang seharusnya telah menjadi cerita,
meratapi waktu hanya untuk meramu tamu dari kemustahilan
berpijak pada harapan yang telah kehabisan cara untuk mengisi kerinduan
atau hanya membuang-buang masa untuk mencari makna dari kehilangan.
Sungguh aku sudah lelah menerka nerka
Dari siapa yang salah dan mengapa kita milih berpisah
Mungkin beberapa kisah memang tidak ditakdirkan untuk diulang,
Hanya disimpan sebagai tanda,
bahwa pernah ada sesuatu yang membuat waktu lupa cara untuk berlalu.
Penulis : Inisial "R"
Editor : Muhammad Aufar Hazim


Posting Komentar
0 Komentar