ESSAY MANAJEMEN DIRI: Mengubah Kebiasaan dan Mengelola Diri Untuk Mencapai Kesuksesan

                                                  

PENDAHULUAN

Apakah kalian pernah berfikir bagaimana cara kita bisa mencapai kesuksesan? sejak memasuki semester satu di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FITK UIN Walisongo Semarang, banyak sekali pengalaman baru yang membuat saya semakin bersemangat untuk mempelajari dan mengembangkan potensi yang saya punya. Memperbaiki diri bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Langkah pertama yang kita bisa lakukan yaitu dengan cara mengenali diri sendiri. Karena kita perlu mengetahui kelemahan dan kelebihan dari diri kita. Dengan mengenal diri sendiri kita dapat menentukan apa saja yang perlu kita perbaiki serta menemukan solusi untuk mengatasinya. Setelah kita dapat mengenali diri kita sendiri, kita perlu menentukan tujuan yang jelas agar kita dapat termotivasi untuk terus maju.

Kebiasaan positif memiliki peran penting dalam perbaikan diri, Kita dapat mengembangkan kebiasaan yang mudah terlebih dahulu dengan cara membaca buku, belajar, mengerjakan tugas tepat waktu, serta membuang sampah pada tempatnya.

Refleksi Manajemen Diri Dengan Budaya Membaca

Membaca bukan hanya tentang meningkatkan pengetahuan kita, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan manajemen diri kita, dengan membaca kita bisa belajar tentang bagaimana cara mengelola waktu yang efektif, membuat jadwal harian, mengatur prioritas dan menghindari prokrastinasi (kebiasaan menunda – nunda pekerjaan penting secara sengaja). Membaca juga dapat membantu kita untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi kita, karena menurut saya, membaca tidak hanya sekedar di baca lalu hilang entah kemana, tetapi membaca itu kita membaca kemudian kita dapat memahami apa inti dari bacaan tersebut serta dapat menjelaskan bacaan tersebut kepada orang lain.

Praktik yang saya terapkan yaitu saya mulai dengan Planning dengan cara membiasakan diri untuk membaca setiap hari setelah saya melakukan banyak kegiatan di kampus, saya membaca dengan waktu selama 60 menit sampai 120 menit setiap harinya. Kendala yang saya alami yaitu sulit untuk menahan rasa kantuk dan menahan untuk tidak menggunakan gadget. Melalui proses Controlling, saya melakukan evaluasi dan mulai menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Selanjutnya saya melakukan Organizing dengan mengatur waktu yang efektif ketika membaca agar tidak ada rasa kantuk, menyiapkan alat tulis untuk mencatat poin – poin penting atau pertanyaan yang muncul saat membaca dan memilih tempat yang nyaman dan tenang saat membaca, tidak lupa juga saya untuk menyalakan musik, karena menurut saya membaca di iringi dengan musik dapat menciptakan suasana menjadi lebih rileks.

Refleksi Dalam Disiplin Shalat Subuh Berjamaah

Shalat subuh bukan hanya tentang menjalankan kewajiban agama, tetapi juga tentang mengembangkan kemampuan manajemen diri, dengan bangun pagi dan melaksanakan shalat subuh kita bisa meningkatkan rasa disiplin dan tanggung jawab kita. Mengapa seperti itu? karena dengan kita melaksanakan shalat subuh kita harus bangun pagi dan Bersiap untuk melaksanakan shalat subuh. Kita bisa belajar bagaimana mengelola waktu, mengontrol diri kita sendiri, meningkatkan kedisiplinan, dan lebih dekat dengan Tuhan.

Ketika mendapatkan tugas dari Bapak Umar untuk mencatat kegiatan shalat saya selama satu minggu, awalnya saya sangat bersemangat untuk melaksanakan shalat Tahajud dan shalat subuh karena saya terinspirasi oleh kisah Haikal, anak 13 tahun yang tetap teguh dalam imannya meskipun dihadapkan pada musibah yang sangat berat. Saya merasa bahwa jika Haikal bisa, saya juga bisa meningkatkan kualitas shalat saya terutama shalat tahajud dan shalat subuh. Kendala yang saya alami yaitu sulit menahan rasa malas dan kantuk karena jam tidur yang sangat tidak beraturan. Namun, saya menyadari bahwa ada hal yang tidak bisa saya kontrol seperti Haid yang membuat saya tidak bisa untuk melaksanakan shalat, meskipun hanya bisa melaksanakan shalat subuh dan tahajud sebanyak 2x dalam 1 minggu, saya tetap berusaha untuk menjalankan kewajiban lainnya Saya berharap dengan niat dan semangat saya yang kuat, saya akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan.

Refleksi Dalam Aksi Transformasi Diri Dalam Gerakan Zero Sampah

Saya terlibat dalam Gerakan zero sampah untuk mengurangi jumlah sampah, sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah plastik dan memilahnya. Gerakan ini mengubah pola pikir manusia dan perilaku kita sehari – hari, kali ini tugas dari Bapak Umar adalah mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan kita sehari – hari. Pada awalnya Bapak Umar menyarankan semua mahasiswa untuk membawa kotak bekal dan tumbler sebagai upaya untuk mengurangi jumlah sampah,

Kendala yang saya alami ialah rasa malas dan terlalu menyepelekan, awalnya saya berfikir seperti “buat apasih bawa tumbler segala kan kita bisa beli saja di kantin, tidak ribet dan praktis” tetapi, setelah mendapatkan tugas saya mencoba untuk membawa tumbler ke kampus. Setelah beberapa hari melakukan evaluasi dan mengikuti arahan dari Bapak Umar, saya sadar bahwa kita harus mengubah pola pikir kecil ini mencerminkan kedewasaan dan keperdulian terhadap lingkungan serta dapat menghemat pengeluaran yang sebelumnya saya gunakan untuk membeli minuman kemasan.

Salah satu cara yang bisa saya lakukan dalam mengelola sampah organik adalah dengan menggali lubang dan mengubur sampah organik tersebut, saya juga sangat mengurangi penggunaan sampah plastik dengan cara membawa kotak bekal dan tumbler, membeli produk yang dapat di gunakan kembali dan memilah sampah dengan benar.

PENUTUPAN

Dengan demikian, saya menyadari bahwa mengubah kebiasaan dan mengelola diri bukanlah hal yang mudah, tetapi dengan tekad dan konsistensi, kita dapat mencapai tujuan kita. Saya berharap bahwa pengalaman saya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama dan membuat perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.


Karya: Saskia Meilana Siswanto

Editor: Umi Fathonah Sulistyowati


Posting Komentar

0 Komentar